Senin, 13 Oktober 2014

Agar Pekarangan Lebih Produktif (2 - Habis)

Pada tulisan sebelumnya telah dibahas tentang potensi pekarangan. Dari sana bisa dipahami bahwa potensi pekarangan tersebut sangatlah besar. Potensi pekarangan ini memungkinkan pemiliknya mendapat manfaat baik secara materi maupun immateri.

Sekarang mari berbicara tentang salah satu potensi ekonomi pekarangan. Ya, bagaimana pekarangan yang ada di sekeliling rumah Anda mampu memberikan manfaat secara ekonomi. Menambah pendapatan atau keuangan keluarga. Nah, asyik sekali bukan?

Bagaimana caranya? Sederhana saja, yaitu dengan memanfaatkan setiap jengkal pekarangan sebagai sarana usaha. Banyak usaha untuk menghasilkan uang yang bisa dilakukan di pekarangan. Apa saja usaha-usaha tersebut? Berikut adalah beberapa jenis usaha yang bisa dijalankan di pekarangan:

Pertama: Nursery

Nursery ini bisa dalam bentuk pembibitan tanaman hias atau pun pembibitan jenis tanaman lainnya. Usaha pembibitan tanaman hias sangat potensial untuk dikembangkan. Terutama untuk Anda yang memiliki rumah dan pekarangan di daerah perkotaan atau pinggiran kota. Apalagi jika di daerah tersebut banyak di bangun perumahan baru. Biasanya masyarakat dengan perekonomian menengah ke atas lebih senang membeli tanaman hias sudah jadi dari pada mengusahakannya sendiri. Nah, ini usaha pekarangan yang sangat menguntungkan bukan?

Selain usaha pembibitan tanaman hias Anda juga bisa mengusahakan pembibitan tanaman buah atau tanaman perkebunan. Bibit-bibit tanaman ini juga banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Bibit tanaman buah misalnya hampir sama dengan bibit tanaman hias. Konsumennya rata-rata adalah golongan menengah ke atas. Atau mereka yang ingin serius mengembangkan kebun buah-buahan.

Berbeda dengan pembibitan tanaman perkebunan yang konsumennya lebih khusus. Biasanya hanya potensial dikembangkan di daerah tertentu. Misalnya pembibitan karet, akan lebih potensial dikembangkan di daerah yang penduduknya banyak mengembangkan usaha perkebunan karet. Contohnya di daerah Sumatera seperti Jambi, Riau, Sumatera Utara dan lain-lain. Jika Anda berkunjung ke daerah pedesaan di Muara Jambi misalnya Anda akan menemukan banyak pekarangan rumah warga di sana yang dipenuhi dengan bibit-bibit karet. Ini adalah contoh nyata pemanfaatan pekarangan sebagai sarana usaha pembibitan tanaman perkebunan.

Kedua: Budidaya Pertanian

Selain usaha pembibitan atau nursery di lahan pekarangan juga bisa dikembangkan sebagai sarana usaha budidaya pertanian. Namun, satu hal yang perlu diingat komoditas yang dipilih haruslah komoditas yang memenuhi tiga syarat berikut, yaitu:

  • Cepat menghasilkan
  • Memiliki nilai ekonomi tinggi, dan
  • Memiliki peluang pasar yang bagus.

Contoh sederhananya adalah tanaman cabe. Anda pasti tau tanaman cabe bukan? Tanaman ini memenuhi ketiga syarat di atas. Tanaman ini cepat menghasilkan. Rata-rata tiga bulan setelah tanam sudah bisa menghasilkan atau siap dipanen. Kemudian dari segi harga jual juga cukup menjanjikan. Anda bisa amati harga cabe di pasaran, rata-rata selalu di atas lima ribu per kilogram bukan? Selain itu pemasarannya juga tidak sulit. Karena kita tau cabe sudah menjadi kebutuhan atau bumbu pokok bagi setiap rumah tangga. Nah, dari peluang-peluang tersebut mana yang paling Anda minati?

Oleh: Neti Suriana


Related Posts :