Jumat, 31 Oktober 2014

Hunian Atraktif Dengan Gaya “Boho”

Selama ini, bohemia kondang sebagai salah satu gaya berbusana yang identik dengan pakaian longgar berwarna-warni. Kesan santai dan bebas juga menjadi ciri khas bohemia. Namun, bagaimana jika gaya bohemia ini diterapkan dalam ruangan rumah Anda ?

Meskipun tak biasa, bohemia atau kerap disingkat “boho” ternyata bisa diterapkan dalam hunian. Tidak ada patokan baku yang harus Anda lakukan dalam hunian. Boho juga tidak menuntut sesuatu yang eksklusif atau mewah. Anda bisa memanfaatkan barang – barang di rumah untuk dijadikan sebagai komponen untuk mempercantik rumah. Meskipun tanpa perabotan yang mahal, nilai seni menjadi keunggulan tatanan rumah bergaya bohemia, Anda memang bebas dalam menata rumah akan tetapi, sentuhan seni jangan dilupakan.

Misalnya, dinding. Anda bisa memajang lukisan pada dinding. Alih – alih memajang lukisan bertema alam atau manusia, Anda bisa menampilkan lukisan abstrak pada dinding. Bahkan, Anda bisa memajang beberapa lukisan sekaligus dalam satu bidang dinding. Selain itu, Anda dapat meletakkan cermin dengan berbagai motif pigura pada satu dinding.

Beranikan diri untuk “menempelkan” benda – benda tidak biasa seperti piring – piring bermotif unik, patchwork, rangkaian manik – manik, atau lampu – lampu kecil yang dijalin bak rantai. Anda bisa memanfaatkan benda – benda di dalam rumah seperti potongan kain perca yang dijalin menjadi patchwork untuk hiasan dinding.

Untuk lantai, Anda bisa menggunakan karpet sebagai penutup lantai. Hindarilah motif yang terkesan modern seperti motif geometris. Namun, Anda bisa menggunakan karpet yang lebih kaya akan unsur warna atau justru menggunakan warna – warna pasir. Bohemia identik dengan warna – warna dalam kelompok cokelat seperti cokelat susu atau cokelat gelap dan kelompok warna merah seperti jingga, merah bata, dan merah marun. Sebagai panduan, warna putih, biru, hijau, dan warna – warna lainnya seperti warna pastel juga bisa dicoba.

Sebagai aksesori, Anda bisa memanfaatkan benda – benda yang tidak terpakai di rumah. Misalnya, botol – botol bekas, tangga yang sudah tidak terpakai, atau benda – benda peninggalan nenek. Anda juga bisa menggunakan benda – benda kuno sebagai penghias ruangan.

Soal penerangan dalam ruangan, Anda bisa memanfaatkan pencahayaan alami dari sinar matahari saat siang hari. Caranya adalah membuat bukaan lebar pada ruangan melalui jendela atau kaca. Saat malam hari, Anda bisa menggunakan penerangan yang hangat untuk beberapa ruangan. Misalnya warna kuning pucat atau penerangan kemerahan untuk ruang tidur. Sebaiknya Anda pilih desain lampu yang bergaya klasik atau berdesain sederhana dengan menggunakan bahan rangka lampu yang alami.

Segala sesuatu yang alami memang menjadi ciri khas boho (bohemia). Perabotan kayu yang berpelitur (tanpa cat warna tertentu) adalah salah satu identitas yang menegaskan karakter boho. Anda juga bisa menggunakan bahan – bahan alami untuk unsur dekorasi lainnya.



Agar ruangan tampak lebih hidup dan kesan alami menonjol, Anda jangan ragu untuk meletakkan tanaman hidup dalam ruangan. Pilih tanaman sederhana yang bisa bertahan dalam ruangan dan tidak menuntut sinar matahari yang banyak. Anda dapat meletakkan tanaman hias dengan pot beserta alasnya di sejumlah sudut ruangan.

Faktor kebersihan juga penting. Lebih – lebih bila Anda banyak menggunakan perabotan dari kayu atau benda – benda antik dalam ruangan. Barang – barang semacam ini akan lebih banyak membutuhkan perhatian agar tidak terkesan “berantakan”.

By : Ade Wahyu
Source : Koran Kompas Oktober 2014
Image : http://iderumah.co.id/wp-content/uploads/2014/08/Bohemian-Style-Gaya-Baru-Untuk-Hunian-Masa-Kini.-300x336.jpg


Related Posts :