Rabu, 10 Desember 2014

Cahaya Alam Sebagai Bentuk Dari Penghematan Energi

Go Green!!! Itulah slogan yang marak digaungkan dewasa ini. Semakin menipisnya energi di bumi mengharuskan kita untuk ikut serta dalam penghematan energi, termasuk energi listrik. Kegiatan penghematan energi listrik dapat kita terapkan di lingkungan sekitar, termasuk rumah. Dimulai dari yang paling sederhana, yaitu penghematan penggunaan lampu ruang di rumah. Sebelumnya kenali dulu apa itu pencahayaan alami dan pencahayaan buatan berikut ini.

Suatu benda bisa terlihat jelas dikarenakan permukaannya terkena cahaya yang dipantulkan kembali ke mata kita, sehingga terlihatlah semua benda yang ada di sekeliling kita. Hal tersebut menyadarkan kita betapa pentingnya cahaya dalam berbagai bidang kehidupan. Kehidupan manusia dalam menjalankan aktivitas memerlukan cahaya yang berasal dari berbagai macam sumber, terutama dari cahaya alam dan cahaya buatan.

Cahaya alami dapat diperoleh dari cahaya matahari pada pagi dan siang hari, serta bulan dan bintang pada malam hari (walaupun tidak seterang cahaya matahari). Cahaya buatan merupakan cahaya yang dibuat dengan menggunakan energi listrik. Cahaya alami bermanfaat untuk mengurangi konsumsi energi dan memberi pengaruh positif bagi pertumbuhan kesehatan. Selain sebagai sumber vitamin D, sinar matahari juga bisa berfungsi untuk membunuh beberapa jenis jamur dan bakteri negatif. Cahaya alami (yang berasal dari matahari) yang masuk ke dalam ruangan dapat membersihkan sekaligus menghangatkan ruangan agar tidak lembab.

Obyektivitas memberi pengaruh pemanfaatan cahaya alam diterapkan melalui pendistribusian cahaya pada permukaan benda agar jelas terlihat. Akan tetapi, kejelasan visual suatu benda yang diterangi cahaya alam ditentukan oleh kondisi cuaca dan lingkungan sekitar. Awan mendung, posisi atau letak rumah (menghadap utara/selatan/barat/timur), keberadaan pohon maupun adanya bangunan tinggi lain di sekitar, serta besaran jendela rumah, secara substansial ikut menentukan kuantitas serta kualitas cahaya. Sistem penerangan dengan menggunakan pencahayaan alami ini hanya dapat diterapkan pada waktu pagi hingga sore hari.



Oleh karena itu, sangat diperlukannya pemikiran mengenai di mana titik-titik sumber pencahayaan alami dan bagaimana pendistribusiannya pada perancangan awal. Kita beruntung tinggal di wilayah yang kaya akan sinar matahari sepanjang tahun. Selain sehat juga dapat menghemat energi. Untuk itu, pada setiap ruangan sebaiknya dibuat jendela kaca yang berhubungan dengan ruang luar. Dalam menentukan besar dan letak jendela, harus diperhatikan arah matahari. Cahaya matahari yang langsung dari barat akan membuat ruangan sangat panas. Gunakan kanopi jendela untuk menaungi jendela dari cahaya matahari langsung dan menjaga jendela dari cipratan air ketika musim hujan.

Jendela kaca adalah salah satu elemen bangunan yang berfungsi sebagai tempat masuk cahaya matahari ke dalam rumah. Selain itu, dapat pula digunakan void di ruangan yang tidak memungkinkan untuk dipasangi jendela, misalnya karena dibatasi oleh tembok rumah tetangga.

Cara lain ialah dengan menggunakan skylight atau atap genteng kaca, ataupun penggunaan bahan polycarbonat pada atap garasi. Penggunaan sekat dinding berbahan kaca atau glass block juga bisa dikategorikan sebagai komponen pencahayaan, sekaligus sebagai salah satu ornamen arsitektur. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menentukan posisi ruang dan bukaan - bukaan berdasarkan arah sinar matahari, diantaranya :



a. Ruang Tidur

Agar sinar matahari pagi dapat masuk ke ruang ini, letakkan ruang tidur di sebelah tenggara sampai timur laut. Sinar yang masuk membuat anda tidak malas bangun pagi. Selain itu, sisi ini tidak menerima panas sore hari sehingga nyaman jika digunakan untuk beristirahat.

b. Ruang Keluarga, Ruang Tamu, dan Ruang Makan

Ruang bersama sebaiknya berada di sisi barat laut atau barat daya. Pada posisi ini ruang akan mendapatkan penerangan alami dan hangat. Tapi untuk mengurangi panas pada sisi barat, perlu adanya pengolahan khusus misalnya pemakaian material peredam panas atau pemakaian kisi-kisi angin.

c. Kamar Mandi

Biasanya kamar mandi adalah area yang tingkat kelembabannya tinggi, maka area ini paling baik jika mendapat sinar matahari langsung. Letakkan kamar mandi pada sisi barat atau timur. Gunakan juga skylight atau glassblock pada ceiling kamar mandi.

d. Dapur

Dapur dengan peralatan memasaknya berpotensi menjadi ruang bersuhu tinggi, maka pilihan terbaik adalah pada sisi utara atau selatan.

e. Ruang Penunjang/Servis

Ruang ini memang menjadi prioritas kedua setelah ruang- ruang utama telah terlebih dulu ditempatkan. Sisi barat yang kurang nyaman bagi manusia karena terlalu panas menjadi tempat ideal untuk ruang cuci dan jemur, agar tidak lembab dan cucian cepat kering.

f. Bukaan-bukaan

Secara umum, bukaan seperti pintu atau jendela sebaiknya berada di sebelah utara atau selatan karena tidak terpapar sinar matahari secara langsung. Jika terpaksa bukaan pintu dan jendela berada pada posisi utara atau selatan, maka dapat `diakali' dengan meng-install tirai (shade atau blind) pada bukaan pintu atau jendela yang materialnya dominan kaca. Sehingga intensitas cahaya matahari yang masuk ke dalam rumah atau ruangan dapat diatur sedemikian rupa.



Sinar matahari membawa banyak manfaat bagi manusia, termasuk pada rumah. Tapi jika tidak ditangani dengan benar, sinar matahari justru juga akan menimbulkan ketidaknyamanan.

By : Ade Wahyu N
Source & Image : Bintaro Hill Magz Edisi 05 Juli 2013


Related Posts :