Jumat, 27 Februari 2015

Pagar, Tidak Lagi Sekedar Pembatas Dan Pelindung Rumah Saja

Zaman yang semakin berkembang berhasil memosisikan pagar tidak hanya sebagai pembatas dan pelindung penghuni rumah saja. Lebih dari itu, pagar juga turut menambah nilai keindahan dan menjadi bagian dari penghias rumah. Pada prinsipnya, pagar memiliki dua fungsi, yaitu fungsi fisik dan fungsi psikis. Dari segi fungsi fisik, pagar berfungsi sebagai pembatas kepemilikan suatu area. Begitu juga halnya pada area yang belum dibangun, harus memiliki pagar untuk menandakan bahwa area tersebut sudah memiliki pemilik. Sementara dari segi psikis, pagar memberikan rasa aman dan nyaman bagi penghuninya. Pada malam hari misalnya, penghuni rumah akan merasa lebih tenang saat pagar telah terkunci.

Seringkali desain dan bentuk pagar menggambarkan simbol status sosial sang penghuni. Misalnya, kondisi pagar yang terlalu tinggi memberikan kesan bahwa penghuni rumah tersebut kurang dapat bersosialisasi dan tertutup. Namun tidak jarang juga, penghuni rumah membuat pagar yang tinggi untuk memberikan rasa aman karena kondisi rumah yang berdekatan dengan tempat umum seperti pasar, stasiun, dan terminal. Sebaliknya, kondisi pagar yang rendah memperlihatkan karakter penghuni rumah yang terbuka. Selain ukuran tinggi pagar, variasi bentuk dan warna pagar juga menjadi simbol status sosial. Misalnya, pagar kayu berwarna cokelat menandakan karakter penghuni rumah yang menyukai hal-hal alami. Pagar berwarna kuning menandakan karakter yang ceria dan pagar biru muda yang menandakan karakter yang tenang.


Gambar 1. Kondisi Pagar Yang Rendah Menunjukkan Keterbukaan Penghuninya

Seiring dengan perkembangan zaman, cara pandang manusia mengenai kehadiran pagar ikut berubah. Jika dahulu pagar hanya dibuat sekedarnya, kini sudah banyak orang yang membuat pagar untuk menambah nilai keindahan sebuah rumah. Untuk mencapai keindahan tersebut, pagar harus dibuat menarik dan serasi dengan konsep bangunan, dengan memperhatikan unsur-unsur berikut:

  1. Serasi dengan gaya bangunan rumah
    Pembangunan pagar harus memperhatikan bentuk, model, dan ukuran yang sesuai dengan luas lahan, komposisi bangunan, dan lokasi. Begitu pun dengan pemilihan material, warna, dan tekstur harus serasi dengan gaya bangunan rumah agar pagar dan rumah terlihat menyatu. Selain bentuk yang indah, ukuran pagar juga perlu diperhatikan. Adapun tinggi pagar tidak boleh menutupi sebagian besar tampilan rumah.
  2. Pemilihan bahan dan warna yang tepat
    Pemilihan bahan akan memengaruhi keindahan pagar dan nuansa rumah. Selain itu, pemilihan bahan juga menentukan karakter yang diinginkan. Misalnya, pagar dengan bahan kayu memberikan kesan yang sederhana, ringan, dan alami. Pagar dengan bahan batu alam memberikan kesan yang kokoh namun tetap sejuk. Pagar dengan bahan besi memberikan kesan yang transparan namun kuat. Selain pemilihan bahan, permainan warna juga harus tepat dan senada dengan bangunan rumah. Biasanya, warna yang sering digunakan adalah warna yang senada dengan warna tembok dan genteng rumah.
  3. Ditunjang oleh kreativitas
    Pagar yang artistik tidak harus dibuat dari bahan yang mahal. Kreativitas yang tinggi juga dapat mewujudkan pagar yang bersifat melindungi dan enak dipandang.


    Gambar 2. Desain Pagar Yang Kreatif Dari Botol Bekas

Sesuai dengan perkembangan cara pandang manusia yang membutuhkan keindahan, eksplorasi model, bentuk, gaya, dan warna pagar akan terus berkembang, sehingga pagar tidak lagi sekedar pembatas dan pelindung rumah saja.

Oleh : Rahel Simbolon
Referensi tulisan:
Wibisono dan Chan. 2007. Aneka Desain Pagar Kayu. Jakarta: Penebar Swadaya.

Referensi gambar:
1. http://gambardesainproperti.com/wp-content/uploads/2014/02/Desain-Pagar-Rumah-Minimalis-Rendah.jpg
2. http://cdn.designrulz.com/wp-content/uploads/2012/11/plastic-bottle-art-designrulz-23.jpg


Related Posts :