Senin, 06 Juni 2016

5 Tips Rumah Ramah Lingkungan di Daerah Tropis

Indonesia merupakan negara tropis karena berada di wilayah Khatulistiwa. Tentunya, dengan cuaca yang berbeda dengan luar negeri, desain rumah juga perlu disesuaikan dengan kondisi tersebut. Misalnya, di negara-negara Eropa, banyak rumah yang menambahkan ruangan di bawah loteng. Tidak salah memang, karena dapat menghangatkan suhu ruangan. Namun, mengingat musim di Indonesia, hal ini sebaiknya dihindari.

Global warming yang sementara terjadi juga merupakan fenomena penting yang patut diperhatikan. Wilayah tropis membuat kita senantiasa berinteraksi dengan matahari, karena hal itulah justru peluang fenomena itu terjadi lebih tinggi di negara kita.

Mengedepankan dua pertimbangan di atas, maka bagaimanakah cara membuat rumah ramah lingkungan di daerah tropis? Simak 5 tips berikut.

  1. Tembok ‘Bernafas’


    Gambar 1. Kaca Nako

    Bernafas adalah proses keluar masuknya udara, maka arti bernafas di sini adalah membuat tembok yang dapat menjadi perantara keluar masuknya udara. Pemasangan kaca nako adalah pilihan yang tepat. Selain sirip-siripnya mudah diatur alias dibuka atau ditutup, kaca nako adalah alternatif efektif yang dapat mengontrol udara alami yang nyaman.

  2. Atap Hijau


    Gambar 2. Atap Hijau


    Gambar 3. Taman Outdoor Minimalis

    Membaca atap hijau, apa yang pertama kali muncul di benak anda? Ya, tentunya bukan sebuah atap yang berwarna hijau, tetapi area sekitar atap yang dihias dengan tumbuhan-tumbuhan hijau. Praktisnya, anda dapat memilih tanaman-tanaman merambat dibandingkan tanaman berakar tunggang. Anda juga dapat membuat taman outdoor kecil di lantai dua atau tiga. Menyegarkan bukan?

  3. Mengoptimasi Elemen Alam

    Elemen-elemen alam menurut Yunani kuno diantaranya adalah tanah, air, dan udara. Elemen-elemen tersebut patut diperhatikan kualitasnya agar menguntungkan penghuni rumah, bahkan mungkin sekitarnya. Contohnya untuk udara, ada baiknya anda meniadakan dinding di lantai dasar, tepatnya ruangan terbuka. Dengan beragam referensi desain, konsep ruangan ini dapat anda terapkan senyaman mungkin. Positifnya, anda tak perlu menggunakan pendingin ruangan atau banyak lampu. Untuk tanah, anda dapat menyisakan sedikit lahan, misalnya hamparan rumput yang berfungsi sebagai daerah resapan air. Elemen terakhir yaitu air, anda dapat memanfaatkan tembok di sekitar kolam atau taman untuk membuat air terjun buatan. Air yang mengalir di tembok ternyata dapat melempar ion-ion negatif ke udara. Hal ini sangat menguntungkan, karena ion negatif dapat mengatasi virus influenza atau asing lainnya. Berikut adalah contoh sesuai dengan elemen masing-masing.


    Gambar 4. Optimasi Elemen Udara


    Gambar 5. Optimasi Elemen Tanah


    Gambar 6. Optimasi Elemen Air

  4. Mosaik dari Batu Bata


    Gambar 7. Mosaik dari Batu Bata

    Seperti yang kita ketahui, batu bata merupakan komponen utama dalam membuat rumah. Namun, dengan menjadikan batu bata sebagai motif utama tembok anda alias tidak dilapisi lagi, akan menimbulkan daya tarik sendiri. Batu bata dapat menyerap dan menahan panas lebih lama, hal ini sangat menguntungkan saat musim kemarau tiba. Dibuat dari tanah liat, batu bata merupakan material yang ramah lingkungan dan mudah ditemui, sehingga tak perlu khawatir mengenai ketersediaan material ini di masa depan.

  5. Seni Bambu


    Gambar 8. Seni Bambu

    Siapa yang tidak tahu tumbuhan yang menjadi santapan panda ini? Tidakkah anda pernah berpikir bahwa bambu dapat membuat ruangan menjadi atraktif? Ya, selain itu, kesan pertama bagi yang melihat adalah suasana yang diciptakannya, yaitu tentram. Bambu, yang mempunyai masa tumbuh lebih cepat dari tumbuhan lain, terbukti fleksibel, kuat, murah, sekaligus ramah lingkungan. Segelintir orang memang meremehkan material ini karena dapat diserang jamur, kutu, dan rayap. Hal itu dapat diatasi dengan berbagai macam teknik, seperti teknik laminasi. Jadi, dengan perawatan, bambu akan tetap awet dan cantik.

Memang, membuat rumah ramah lingkungan di wilayah tropis membutuhkan pertimbangan, namun setelah membaca tips di atas, tertarikkah anda untuk mencoba?

Oleh : Galuh Cahyani

Referensi materi:
Akmal, Imelda. 2015. House Series: Tropical Eco House. Jakarta: Imaji Media Pustaka.
Referensi gambar:
http://greenasiaforce.com/Blog/wp-content/uploads/2012/09/LouveredGlassWindow.jpg
http://36.media.tumblr.com/tumblr_kw2evfNgtL1qagupeo1_1280.jpg?.jpg
http://rumahkecilminimalis.com/wp-content/uploads/2014/11/taman-atas-rumah.jpg
http://www.galeriarsitektur.com/image/fotoartikel/Sejuk-dengan-Ruang-Keluarga-Terbuka-3.jpg
http://desainrumahkeren.com/wp-content/uploads/2013/06/amazing-indoor-garden-design-inspiration-Desain-Taman-Kecil-Didalam-Rumah-Minimalis.jpg
http://rumahmi.com/wp-content/uploads/2015/05/model_air-terjun-di-dinding_gambarminimalis.jpg
http://desaininterior.me/wp-content/uploads/2012/10/Warna-Kontras-untuk-Desain-Interior-Apartemen-04.jpg
http://www.lovinideas.com/wp-content/uploads/2015/06/169.jpg


Related Posts :