Rabu, 20 Juli 2016

Mengenal Jenis-Jenis Batu Alam Sebagai Eksterior Rumah (Part 1)

Batu alam yang dikenal luas sebagai bahan dalam memperindah dekorasi bagian eksterior rumah telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membuat beragam ornamen bangunan, perabot rumah, hingga arca. Dalam perkembangannya saat ini batu alam memiliki beragam jenis, bentuk, tekstur, ukuran, sampai dengan warna yang pengaplikasiannya sering dipadupadankan agar mendapatkan hasil yang tampak alami dan bernuansa alam. Di samping itu, beragamnya jenis batu alam yang berhasil dieksplor oleh para pengrajin batu membuat keberadaannya semakin banyak dilirik untuk menciptakan hunian rumah yang menawarkan kesan megah dan kokoh namun tetap sederhana. Untuk itu dalam artikel ini diulas mengenai jenis-jenis batu alam yang biasaya ada di pasaran agar dapat menjadi pilihan bagi Anda yang masih bingung dalam memilih jenis batu alam yang tepat dengan kondisi bangunan eksterior rumah Anda.

Adapun ulasan mengenai jenis-jenis batu alam yang ada umumnya ada di pasasaran dapat disimak penjelasannya di bawah ini sebagai berikut:

  1. Batu Candi


    Gambar 1: Batu Candi yang dipasang di pagar rumah

    Penggunaan batu Candi sebagai eksterior rumah sudah familiar dilakukan dalam memberikan nuansa natural dan alami pada rumah. Batu Candi yang merupakan jenis batuan beku berasal dari hasil endapan lava gunung berapi banyak dihasil daerah di Pulau Jawa seperti Yogyakarta, Majalengka, Cirebon, dan lainnya. Selain itu ciri-ciri dari batu Candi dapat dilihat dari warnanya yang biasanya memiliki warna hitam yang hampir keabu-abuan dan permukaannya yang tampak kasar serta halus saat diraba. Begitu juga dengan tingkat ketahanannya bahwa batu Candi disebut memiliki tekstur yang cukup keras dan sulit mengalami pengikisan atau keropos. Adapun penggunaan batu Candi dalam memperindah bagian luar rumah biasanya dipakai pada dinding, kolam renang, kolam ikan, pagar, dan tiang depan rumah. Sedangkan untuk kekurangannya dikatakan bahwa batu Candi sangat rentan ditumbuhi lumut karena memiliki banyak pori yang menjadi celah bagi air untuk meresap masuk. Untuk itu agar lumut yang mudah tumbuh di sela-sela batu Candi dapat dihilangkan maka dibutuhkan keuletan dalam merawatnya kala musim hujan tiba.

  2. Batu Andesit


    Gambar 2: Batu Andesit yang dipasang pada taman bunga

    Batu Andesit cukup lazim dipakai oleh orang-orang sejak zaman dahulunya sebagai bahan dalam pembuatan candi, cobek, arca-arca, hingga batu nisan. Ketenaran batu Andesit yang telah dikenal lama memiliki kualitas yang tak kalah dari batu alam jenis lainnya membuatnya sampai sekarang terus dipakai oleh orang-orang sudah sebagai merias bagian eksterior rumah. Asal muasal batu Andesit serupa dengan batu Candi yang berasal dari hasil endapan beku vulkanik yang dimuntahkan gunung berapi. Di Indonesia keberadaan batu Andesit banyak berasal dari daerah yang memiliki aktivitas gunung berapi yang aktif seperti Yogyakarta, Cirebon, dan Majalengka. Adapun untuk ciri-cirinya bahwa batu Andesit tidak memiliki pori-pori yang membuatnya sulit ditumbuhi lumut. Begitu juga dengan warnanya yang dominasi warna hitam legam halus dan dibubuhi warna bulir-bulir putih di bagian permukaannya. Selain itu batu Candi tidak hanya terdiri dari satu warna saja melainkan ada warna lainnya seperti merah yang mengarah ke jingga dan juga hijau. Saat disentuh tampak permukaan batu Andesit terasa halus dan kontur batunya juga sangat keras yang artinya tidak mudah pecah walaupun sering terendam air.

  3. Batu Koral Sikat


    Gambar 3: Batu Koral Sikat yang dipasang depan garasi rumah

    Batu Koral Sikat memiliki bentuk yang agak berbeda dari jenis batuan alam pada umumnya yakni berbentuk kecil-kecil yang hampir mirip dengan batu kerikil. Hanya saja pada batu Koral Sikat tampilan bentuknya agak sedikit bulat dan memiliki tekstur tampilan yang halus dengan paduan warna yang beraneka ragam seperti coklat, abu-abu, merah jingga, putih, dan hijau tua. Selain itu batu Koral Sikat banyak digunakan oleh orang-orang untuk memperindah berbagai tempat yang ada di bagian eksterior rumah seperti jalan garasi, jalan pekarangan, pagar, dinding depan rumah, tiang, dan dinding taman. Begitu banyaknya tempat yang bisa dipercantik dengan memakai batu Koral Sikat membuat para perancang atau pemilik rumah sering berinovasi tentang pembentukan polanya. Adapun pola yang cukup sering dijumpai dari pemasangan batu Koral Sikat pada bagian eksterior rumah ialah pola persegi maupun persegi panjang, pola bunga, pola melingkar, pola kaligrafi, dan pola-pola lainnya. Di samping itu kreasi yang biasa dimunculkan pada pemasangan batu koral Sikat menggunakan beragam variasi warnanya dan juga ukurannya mulai dari yang kecil hingga besar serta dipadukan dengan jenis batu alam lainnya.

Oleh: Satria Dwi Saputro

Sumber Tulisan:
Adityarini Natalisa, Aneka Desain Pagar Batu Alam, (Tangerang: Griya Kreasi, tt).
http://www.popeti.com/berita/tips/7-jenis-batu-alam-yang-populer-untuk-eksterior-rumah/
http://jualbatualam.com/jenis-batu-alam/batu-candi/
https://id.wikipedia.org/wiki/Andesit
http://www.disainrumahminimalismodern.com/2016/02/cara-memasang-lantai-hiasan-memakai.html
http://www.desainic.com/10-desain-batu-alam-dinding-eksterior-rumah/
Sumber Gambar:
http://jualbatualam.net/wp-content/uploads/2015/06/Batu-Alam-Candi-Untuk-Rumah-Masa-Kini.jpg
http://batuandesit.info/wp-content/uploads/2015/04/Batu-Andesit-Desain-Rumah-Menggunakan-Batu-Alam-batuandesit.info_.jpg
http://www.itisgarden.com/2012/02/percantik-garasi-anda-dngan-karpot.html


Related Posts :