Senin, 08 Agustus 2016

Jenis-Jenis Pintu Masuk Rumah

Seperti halnya elemen-elemen interior ataupun eksterior lainnya, pintu masuk rumah pun ada ragam jenisnya juga. Lalu, apa sajakah jenis-jenis pintu tersebut? Dilhat dari cara kerjanya, pintu masuk rumah dapat dikategorikan menjadi pintu engsel dan pintu geser. Nah, bagaimana sesungguhnya karakteristik masing-masing pintu ini? Dan juga, pintu jenis apa yang sebaiknya kita pasang kita rumah?

Pintu Engsel

Sesuai namanya, pintu ini menggunakan engsel sebagai poros buka tutup pintu. Ada yang juga menyebutnya pintu kupu-kupu. Tentunya, karena proses buka tutup pintu seperti gerakan sayap kupu-kupu. Karena proses buka tutup pintu sangat praktis, pintu ini cocok digunakan baik di rumah berukuran besar, sedang, maupun kecil

Memasang pintu ini pun tak terlalu sulit. Biasanya, engsel dibaut pada frame pintu terlebih dahulu. Lalu, pintu dibaut pada engsel. Nah, bila tak ada ‘space’ pada tembok untuk diletakan jendela, kita dapat memilih pintu engsel yang berjendela. Sebagai informasi, menurut Feng Shui, bila tak ada jendela sama sekali di dalam rumah, akan memunculkan terjadi hal yang tak diinginkan. Misalnya, mudah stres, mudah terserang penyakit, susah tidur, kurang harmonisnya hubungan antar anggota keluarga, ditipu rekan bisnis, susah berkonsentrasi, dan sebagainya. Hanya saja, agar menutupi bagian dalam rumah saat malam hari, kita mesti menutupi pintu ini dengan korden.

Berikut gambar contoh jenis pintu engsel dan jenis pintu engsel berjendela.


Gambar 1. Contoh Pintu Engsel


Gambar 2. Contoh Pintu Engsel Berjendela

Bila memasang pintu engsel berjendela, tak ada salahnya kita memasang teralis pada bagian jendela. Tujuannya, agar lebih memberikan rasa aman. Dengan dipasangnya teralis, tentunya pencuri tak dapat memasuki rumah bila jendela berhasil dipecahkan.

Pintu Geser

Sesuai namanya, pintu geser dibuka tutup dengan cara digeser. Agar pintu dapat digeser, bagian atas pintu ataupun bagian bawa pintu dipasang rel. Ada juga pintu geser yang menggunakan rel pada kedua bagian tersebut sekaligus. Contoh penggunaan pintu ini dapat kita amati pada rumah tradisional Jepang,

Nah, rumah dengan karakteristik seperti apa yang cocok menggunakan pintu ini? Bila rumah kita bergaya minimalis ataupun yang berukuran kecil, sangat cocok menggunakan pintu ini. Sebabnya, tak membutuhkan banyak ‘space’ untuk membuka pintu seperti halnya pintu engsel. Tentunya, tak adanya ‘space’ tersebut akan menghemat ‘space‘ ruangan. Selain dapat digunakan di rumah minimalis ataupun yang berukuran kecil, pintu ini dapat juga digunakan di rumah berukuran besar. Tentunya, dengan dipasangnya pintu ini akan lebih menghemat ‘space’ ruangan. Dan juga, memberikan kesan tradisional.


Gambar 3. Contoh Pintu Geser

Hanya saja, bila menggunakan pintu ini, kita sebaiknya merawat bagian rel pintu. Sebabnya, bila bagian rel pintu kurang terawat dengan baik, akan menyebabkan pintu sulit digeser. Kelemahan lainnya yaitu proses buka tutup pintu geser kurang praktis bila dibandingkan dengan pintu engsel.

Demikian, jenis-jenis pintu masuk rumah. Dengan memahami masing-masing jenis pintu, maka membantu memilih pintu yang tepat.

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber gambar:
http://www.interior-dsgn.com/wp-content/uploads/2014/07/front-door-design1.jpg
http://www.nevercontent.net/24-nice-photos-andersen-patio-door/
http://www.fibertec.com/wp-content/uploads/2014/03/750-Woodgrain-Fiberglass.jpg


Related Posts :