Kamis, 02 Maret 2017

Mengenal Kasur Springbed, Kasur Busa, dan Kasur Latex

Zaman dahulu, orang menggunakan kapuk sebagai bahan kasur. Kini, seiring dengan kemajuan teknologi, tercipta kasur springbed, kasur busa, dan kasur latex. Di pasaran, terdapat beragam merk masing-masing kasur tersebut. Mulai dari buatan lokal hingga yang bermerek ternama. Ketiga kasur tersebut, dibandingkan dengan kasur kapuk, membuat kita lebih nyaman beristirahat. Nah, meskipun ketiga kasur tersebut cukup dikenal masyarakat luas, tak semua orang memahami karakteristik masing-masing kasur tersebut. Lalu, bagaimana karakteristik masing-masing kasur tersebut? Dan juga, kasur manakah yang sebaiknya kita pilih? Berikut masing-masing karakteristik masing-masing kasur tersebut.

Kasur Springbed
Sesuai namanya, kasur ini menggunakan mekanisme pegas di dalam kasur. Dengan adanya mekanisme pegas, lebih membuat kita nyaman beristirahat. Semakin banyak per yang digunakan maka akan lebih membuat nyaman beristirahat. Nah, bila kita senang berganti-ganti posisi tidur, sebaiknya menggunakan kasur springbed. Sebabnya, karena terdapat per di dalam kasur, kasur akan tetap terasa empuk meskipun kita berganti-ganti posisi tidur. Masa pakai kasur ini pun, dibandingkan kasur kapuk, lebih panjang. Rata-rata masa pakai kasur springbed yaitu sekitar 10 tahun.


Gambar 1. Kasur Springbed

Kasur Busa
Dalam hal harga, kasur busa pada dasarnya lebih murah daripada kasur springbed. Meskipun demikian, kasur busa menawarkan kenyamanan yang hampir setara dengan kasur springbed. Busa-busa yang terdapat di dalam kasur lebih membuat kita lebih nyaman beristirahat. Dengan demikian, bila menginginkan kasur yang nyaman tanpa perlu mengeluarkan banyak dana kasur busa dapat menjadi pilihan. Hanya saja, tubuh terkadang terasa panas bila tidur di atas kasur busa. Terlebih, saat suhu tubuh kita sedang tinggi. Sebabnya, busa merupakan bahan yang tak mampu menyerap panas. Nah, untuk menghindari hal ini, gunakan sprei tebal sebagai alas tidur. Kelemahan lainnya yaitu rentan rusak bila terkena air. Secara fisikawi, air merupakan materi yang dapat menghancurkan busa.


Gambar 2. Kasur Busa

Kasur Latex
Dibandingkan kasur springbed, kasur latex lebih membuat nyaman beristirahat. Sebabnya, bahan latex merupakan bahan alami yang sangat elastis. Saking elastisnya bahan latex, permukaan kasur mengikuti postur tubuh saat tidur. Sebagai informasi, saat ini beberapa merk kasur springbed menambahkan bahan latex ke dalam kasur. Karena menawarkan kenyamanan yang lebih baik dari kasur springbed, harga kasur latex lebih tinggi dibandingkan kasur springbed.

Nah, bila kita sering merasakan sakit punggung ataupun sakit leher, baik saat tidur ataupun setelah tidur, kasur latex dapat menjadi pilihan untuk menghindari hal tersebut. Kasur latex pun sangat cocok bagi orang berusia lanjut. Sebabnya, tulang orang berusia lanjut biasanya telah mengalami pengeroposan.


Gambar 3. Kasur Latex

Demikian, karakteristik-karakteristik kasur springbed, kasur busa, dan kasur latex. Dengan memahami masing-masing karakteristik kasur tersebut, membantu kita untuk memilih kasur yang tepat.

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber gambar:
1. http://updatehargaterbaru.com/wp-content/uploads/2014/01/harga-spring-bed-merk-bigland.jpg
2. http://www.gowfb.ca/images/Eloquence-II-Memory-Foam-Mattress-Hand-Print.1327622743.jpg
3. http://www.ergocomfort.com/images/files/images/serenity-layers.jpg


Related Posts :