Selasa, 15 Agustus 2017

Mengapa Kita Sebaiknya Tak Memanaskan Kendaraan Bermotor di Dalam Garasi?

Saat ini, di tengah kehidupan masyarakat yang semakin modern, kendaraan bermotor baik motor maupun mobil menjadi kebutuhan bagi kebanyakan orang. Agar kendaraan bermotor lebih berperforma saat digunakan, memanaskan kendaraan sebelum mengendarainya menjadi hal penting. Nah, bila ingin memanaskan kendaraan bermotor, sebaiknya kita memanaskannya di dalam garasi. Baik garasi yang terbuka ataupun yang tertutup (indoor). Lalu, mengapa?


Gambar 1. Memanaskan Kendaraan Bermotor Di Dalam Garasi Sebenarnya Sangat Tak Disarankan

Menurut suatu penelitian yang dilakukan Universitas Iowa, dilansir dari situs iastate.edu, memanaskan kendaraan bermotor selama dua menit di dalam garasi akan memperbesar jumlah partikel CO (karbon monoksida) hingga 500 ppm (partikel per million). Artinya, dalam skala sejuta partikel keseluruhan yang terkandung asap knalpot, terkandung 500 partikel CO.

Nah, terkait batas aman gas tersebut, menurut suatu penelitian, dilansir dari situs yang sama, yaitu 1200 ppm dalam waktu 7 menit. Artinya, bila tak sengaja menghirup lebih dari 1200 ppm gas CO dalam waktu 7 menit, akan sangat berdampak negatif bagi kesehatan. Bahkan,sangat berisiko juga mengakibatkan kematian. Selain bagi pengendara mobil ataupun penumpang, gas C0 pun sangat berbahaya bagi penghuni rumah lainnya bila berada di dalam garasi. Sebabnya, saat mobil yang telah dipanaskan meninggalkan garasi, sisa-sisa gas CO masih tertinggal di dalam garasi dalam jangka waktu sekitar 10 jam.

Bayangkan, ambil contoh kita memanaskan kendaraan bermotor selama 10 menit. Bila ‘dihitung-dihitung’, akan menghasilkan 2500 ppm gas C0 di dalam garasi. Bila kita ataupun penghuni rumah lainnya tak sengaja menghirupnya, sangat berisiko menyebabkan berbagai penyakit. Tak tertutup kemungkinan juga akan berujung menjadi kematian.

Lalu, penyakit-penyakit apa saja yang muncul bila tak sengaja menghirup gas berbahaya tersebut? Secara mendasar, bila gas C0 tak sengaja terhirup, gas CO akan menggantikan oksigen di dalam darah. Nah, karena kandungan oksigen dalam darah berkurang, sangat berisiko mengakibatkan pusing, sulit konsentrasi, sulit tidur, gangguan pernapasan, pingsan, mual, dan sebagainya. Nah, semakin banyak darah yang hilang karena ‘infiltrasi’ gas CO, maka memperbesar kemungkinan mengalami kematian.

Universitas Iowa pun pernah menemukan kasus dua supir truk meninggal karena tak sengaja menghirup gas C0 dalam skala besar. Kejadian ini berlangsung di Amerika. Dalam salah satu laporan penelitiannya, universitas ini menyebutkan bahwa gas C0 yang berlebih menjadi penyebab kematian dua supir tersebut. Dengan demikian, mengacu kepada fakta tersebut, kita tak bisa ‘main-main’ dengan gas C0.

Kesimpulannya, memanaskan kendaraan bermotor di dalam garasi sesungguhnya sangat membahayakan kesehatan. Akan tetapi, tak dapat dipungkiri memang kebanyakan pemilik kendaraan bermotor kurang menyadarinya. Dengan demikian, mari tak memanaskannya di dalam garasi ataupun di dalam halaman rumah. Jadikan garasi hanya sebagai tempat untuk menyimpan kendaraan bermotor saja. Kita dapat memanaskan kendaraan bermotor di depan rumah. Tak memanaskan kendaraan bermotor pun di dalam garasi pun ibarat menyayangi diri sendiri dan keluarga kita.

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
https://www.abe.iastate.edu/extension-and-outreach/carbon-monoxide-poisoning-garages-aen-207/

Sumber Gambar:
1.http://www.solsticeforum.com/forum/attachments/f11/8957d1167582003-getting-4-cars-3-car-garage-bildaman1.jpg


Related Posts :