Senin, 20 Agustus 2018

Desain Tangga Naik Turun Lantai yang Aman

Sudah terbit di: https://steemit.com/rumah/@lerengbukit/desain-tangga-naik-turun-lantai-yang-aman

Seperti apa tangga naik turun lantai yang aman? Tentunya, bila rumah kita bertingkat dan terdapat tangga, kita mesti mencermatinya dengan sangat seksama. Sebabnya, bila tangga kurang aman, kita ataupun penghuni rumah lainnya sangat berisiko terpeleset. Bila terpeleset saat menaiki ataupun menuruni tangga, sangat berisiko menyebabkan hal-hal fatal hingga kehilangan nyawa. Misalnya, terkilir, cedera, ataupun terluka. Lalu, seperti apa tangga yang aman? Nah, berikut beberapa ukuran-ukuran penting terkait tangga yang aman.


Gambar 1. Tangga

Ukuran-Ukuran Penting Terkait Pegangan Tangga. Pada pegangan tangga, cermati kemiringan tangga dan ketinggian setiap anak pagar pada pegangan tangga. Kemiringan tangga sebaiknya berkisar di antara 30 hingga 35 derajat. Ketinggian anak pagar pada pegangan tangga sebaiknya berkisar 86.5 hingga 107 sentimeter.

Ukuran-Ukuran Penting Terkait Anak Tangga. Pada anak tangga, terdapat tiga hal yang mesti cermati. Yaitu, ketinggian anak tangga, panjang anak tangga, dan lebar anak tangga. Ketinggian anak tangga sebaiknya berkisar di antara 12.5 hingga 18 sentimeter. Panjang anak tangga sebaiknya minimal 90 centimeter. Lebar anak tangga sebaiknya 25 hingga 35 centimeter.

Ilustrasi ukuran-ukuran yang tercatat pada dua point tersebut dapat kita lihat pada gambar pertama berikut.


Gambar 2. Ilustrasi

Ukuran dan Hal Penting Terkait Pegangan Tangga. Kita pun mesti mencermati pegangan tangga. Pegangan tangga sebaiknya berbentuk bundar. Sebabnya, kita lebih mudah memegangnya secara lebih erat dan kuat. Bila kita merasa mulai kehilangan keseimbangan berjalan pada tangga, kita lebih mudah memegangnya. Nah, diameter pegangan tangga sebaiknya berkisar antara 4 hingga 5 sentimeter.

Aspek Pencahayaan dan Lantai Tangga. Lantai Anak tangga sebaiknya tidak menggunakan bahan yang licin. Begitu pun dengan pegangan tangga. Sebabnya, sangat berisiko membuat kita terpeleset. Cermati juga aspek pencahayaan. Sebabnya, bila anak tangga kurang terlihat terutama saat malam, kita sangat berisiko terpeleset. Hindari juga memasang keramik yang bermotif ataupun karpet terlalu kompleks pada anak tangga. Sebabnya, cenderung membuat kita kurang fokus melihat anak tangga.

Hal-Hal Penting Lainnya Terkait Keamanan Berjalan Pada Tangga. Saat menaiki ataupun menuruni tangga, selalu memegang pegangan tangga. Bila akan membawa benda berat ataupun benda yang berukuran besar menaiki dan menuruni tangga, salah satu tangan kita mesti memegang pegangan tangga. Bila benda begitu berat sehingga kita mesti membawanya dengan kedua tangan kita, sebaiknya menggunakan alat pengangkut khusus. Kita sangat berisiko terpeleset bila tak memegang pegangan tangga.

Demikian, beberapa ukuran-ukuran pegangan tangga yang aman. Dan juga, beberapa tips agar kita lebih aman dan nyaman baik saat menaiki dan menuruni tangga. Sekali lagi, kita mesti mencermatinya. Tentu saja, agar kita lebih aman dan juga lebih nyaman saat menaiki ataupun menuruni tangga. Terlebih, bila terdapat anak-anak di dalam rumah kita yang sering menaiki ataupun menuruni tangga.

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
https://www.ccohs.ca/oshanswers/safety_haz/stairs_fallprevention.html

Sumber Gambar:
  1. 1,https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/b2/Stairway_in_ford_plant_in_LA_from_HABS.jpg/477px-Stairway_in_ford_plant_in_LA_from_HABS.jpg
  2. Gambar Milik Pribadi

Setelah Menikah, Lebih Baik Beli Mobil Atau Rumah? Ini pertimbangannya!

Sudah terbit di: https://steemit.com/rumah/@lerengbukit/setelah-menikah-lebih-baik-beli-mobil-atau-rumah-ini-pertimbangannya

Menikah sama halnya seperti memiliki hidup baru. Setelah menikah kita mungkin akan berpikir untuk hidup mandiri dan tidak lagi mengandalkan “belas kasihan” orang tua untuk hidup. Sebagai sepasang individu yang sedang berada dalam masa pendewasaan dalam hidup, kalian pastilah memiliki goals atau tujuan hidup. Ambisi akan kebutuhan yang harus dimiliki di masa mendatang. Terutama bagi kalian para suami yang mungkin tidak bisa lepas dari kebingungan antara memilih mencicil KPR atau mencicil mobil.

snow-3201546_960_720.jpg
Gambar 1. Rumah

Supaya kalian tidak menyesal di kemudian hari diperlukan pertimbangan matang - matang akan pemenuhan kedua hal tersebut. Untuk itu tidak ada salahnya jika Anda para suami atau calon suami meminta pertimbangan dari istri atau calon pasangan Anda, keluarga, serta teman - teman dekat. Dan artikel ini akan memberikan pertimbangan tentang pentingnya mendahulukan rumah sebagai papan tempat tinggal.

Ingatlah ketiga kebutuhan pokok

Sejak SD kita sudah diajarkan tentang tiga kebutuhan yang harus didahulukan dibandingkan kebutuhan lainnya apalagi kalau bukan papan, sandang, pangan. Ketiga kebutuhan tersebut merupakan kebutuhan yang harus didahulukan pemenuhannya.

Lalu, tentang cita-cita mana yang perlu didahulukan: membeli mobil atau rumah, kamu harusnya bisa paham tentang ini. Sebab, kamu tahu pada kelas kebutuhan mana ‘rumah’ masuk dan kita semua pastinya juga tahu mobil itu masuknya ke kelas kebutuhan yang mana.

Kamu tentu tidak mau melihat istri dan anakmu tidur di mobil

Kalau melihat nilai guna, antara rumah dan mobil jelas punya nilai guna yang berbeda. Kalau rumah itu tempat tinggal, tempat istirahat, tempat kita kembali pulang, dan tempat nyaman untuk bisa berkumpul bersama keluarga nantinya, maka mobil jelas punya nilai berbeda.

Mobil memang bisa jadi tempat istirahat, tapi itu bukanlah fungsi utamanya. Mobil hanyalah alat yang bisa membantu mobilitas kita untuk pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Memang mau lama-lama tinggal bareng orangtua atau mertua? Punya rumah sendiri jelas bisa bikin kamu lebih mandiri

vehicle-3196981_960_720.jpg
Gambar 2. Mobil

Kehidupan yang mandiri dan leluasa bukankah itu impian kamu?

Ketika sudah ada di dalam bahtera rumah tangga nanti, rumah berfungsi sebagai wadah keluarga. Satu hal yang harus kamu camkan adalah, dalam satu rumah tidak mungkin ada dua keluarga. Jadi dengan logika ini, tinggal dengan orang tua atau mertua sangat tidak disarankan. Intervensi orangtua atau mertua bisa sangat mengganggu kehidupan kamu dan pasanganmu. Makanya, mending punya rumah sendiri biar bisa mandiri.

Membeli rumah sama dengan investasi

Nilai harga tanah dan rumah makin sini makin gila-gilaan. Meledaknya pertumbuhan penduduk bisa dibilang jadi biang dari semua. Maka dari itu, kalau kamu nggak segera beli tanah dan rumah, harganya bisa terus melambung tinggi.

Memiliki rumah pun bisa jadi investasi di masa depan karena nilainya pasti yang bakal terus meninggi. Coba bandingkan kalau kamu lebih mendahulukan membeli mobil, selain perlu keluar duit nggak sedikit buat perawatan bulanan.

Pertimbangkan alternatif transportasi lain

Kalau kamu mengambil contoh di mana alat penunjang mobilitas lebih penting ketimbang memiliki rumah terlebih dahulu, kamu bisa memilih kendaraan yang lebih murah kok untuk dibeli. Sungguhan, sekarang mencicil motor lebih murah. Lagi pula kalau kamu menggunakan motor, macet bukanlah momok yang harus sangat ditakuti. Kamu bisa nyelip-nyelip di tengah kemacetan jika menggunakan motor.

Pikirkan dari kedua hal tersebut mana yang membuatmu lebih nyaman? Bukankah rumah adalah tempat kamu melepas lelah setelah menempuh kemacetan jalan yang panjang.

Oleh : Lintang Rahmawati
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi :
  • https://life.idntimes.com/career/pinka-wima/mobil-atau-rumah-dulu-7-pertimbangan-ini-bakal-membantu/full
  • https://www.kompasiana.com/rolandani/setelah-menikah-pilih-beli-rumah-atau-beli-mobil_56d10209577b611c314533e1
Referensi gambar :
  1. Gambar 1. https://pixabay.com/en/snow-wood-winter-house-cold-3201546/
  2. Gambar 2. https://pixabay.com/en/vehicle-car-wheel-jeep-luxury-suv-3196981/