Selasa, 23 April 2019

Tips Menggunakan Lampu Aksen

Sudah terbit di: https://steemit.com/rumah/@lerengbukit/tips-menggunakan-lampu-aksen

Ditinjau secara menggunakannya, salah satu jenis penggunaan lampu yaitu untuk memberi aksen atau untuk menerangi spot ataupun bagian-bagian ruangan tertentu. Contoh penerapannya yaitu kita dapat memasang lampu neon tabung ataupun lampu sorot untuk menyinari beberapa area- gelap di dalam rumah kita. Penggunaannya untuk memberikan aksen memang tak terlalu diperhatikan oleh penghuni umumnya. Umumnya hanya memasang satu lampu saja pada langit-langit sebagai sumber penerangan. Padahal, hal ini sesungguhnya belum cukup. Nah, agar keberadaannya menjadikan interior tampak lebih manis, berikut beberapa tips menggunakannya.


Gambar 1. Contoh

Sinari bagian rumah yang penting saja. Tak perlu menyinari seluruh bagian ruangan yang gelap dengan lampu tersebut. Sebabnya, interior akan tampak sangat silau sehingga menjadikan kita kurang nyaman berada di dalamnya. Sinari bagian-bagian yang penting saja. Misalnya, di dalam ruang keluarga, kita dapat memanfaatkannya agar area sofa dan mejanya tampak lebih terang. Carilah juga spot dimana sinar menyinari seluruh bagian yang kita sinari. Kita pun tentunya merasa lebih nyaman beraktivitas saat malam. Interior terasa lebih manis dan sedap dipandang. Agar spot tampak lebih bercahaya, sebaiknya tak melebihi cahaya lampu utama yang terpasang pada langit-langit. Cermati juga agar tak menyilaukan mata kita.

Dapat Difungsikan Sebagai Background Light Ataupun Uplight. Ambil contoh, lampu neon dapat kita pasang pada dinding ataupun pada bagian langit-langit. Di ruangan keluarga, kita dapat mencoba memasang pada dinding yang dekat dengan sofa. Sinar ini tentunya menjadikan suasana lebih terasa dramatis. Dengan cermat memilih salah satunya atau berkreativitas memadukan keduanya, tentunya akan semakin menghiasi interior. Ambil contoh, di dalam ruang keluarga, perpaduan sinar cahaya pada dinding dan langit-langit yang berada di area sofa menciptakan suasana yang menarik

Pilih yang Dilengkapi dengan Pengatur Cahaya. Seberapa terang cahaya lampu mempengaruhi suasana yang kita rasakan di dalam interior saat malam. Kita dapat bermain-main mengatur hal ini untuk menciptakan aura suasana yang kita inginkan. Misalnya, bila ingin merasakan kehangatan romantis ataupun bila ingin merasa lebih rileks, setel menjadi tak terlalu terang. Bila menginginkan fokus menyelesaikan pekerjaan, setel menjadi lebih terang

Pilih yang Berdesain Menarik. Apakah kita akan memasangnya secara permanen? Bila ya, sangat disarankan memilih lampu berbentuk menarik ataupun yang dihiasi ornamen. Misalnya, berhiaskan ornamen bebungaan ataupun dedaunan. Lampu tak hanya memancarkan sinar cahaya saja, tetapi juga menghiasi interior menjadi lebih manis kita pandang. Pasang juga di spot yang mudah kita pandang.

Demikian, beberapa tips menggunakan lampu aksen di dalam interior. Tak hanya menjadi penerangan saja tetapi juga menghiasi seisi rumah Nah, tertarikkah ingin mencobanya? Contoh ilustrasinya dapat kita amati pada gambar di atas.

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
https://www.diynetwork.com/how-to/make-and-decorate/decorating/10-things-you-must-know-accent-lighting

Gambar:
1. Milik Pribadi

Kamis, 04 April 2019

Sisi Negatif Rumah Besar

Sudah terbiit di: https://steemit.com/rumah/@lerengbukit/sisi-negatif-rumah-besar

Orang umumnya memang ingin mendiami rumah berukuran besar. Tentu saja, karena memberikan kenyamanan dan keleluasan lebih. Menjadi idaman dan dambaan juga bagi kebanyakan orang. Padahal, ada juga sisi negatifnya. Khususnya bagi psikologis para penghuni. Karenanya, tak lantas lebih baik dibandingkan rumah kecil. Bila kita tinggal di rumah ini tentunya mesti memahaminya. Dan juga, kita pun mesti mampu mengatasi hal-hal tersebut. Lalu, apa saja sisi negatifnya? Berikut risiko-risiko tinggal di rumah besar yang mesti kita cermati.

Mempengaruhi Keharmonisan dan Komunikasi Para Penghuni. Rumah yang besar menjadikan para anggota keluarga lebih sulit saling berkomunikasi dan berinteraksi. Jarak antar anggota keluarga akan sangat jauh. Sedangkan bila rumah berukuran kecil, para anggota keluarga akan lebih mudah berkomunikasi dan berinteraksi. Jarak antar anggota keluarga akan sangat berdekatan. Dengan berkurangnya intensitas komunikasi dan interaksi, tak tertutup kemungkinan mempengaruhi keharmonisan keluarga. Seperti yang sudah kita ketahui, komunikasi dan interaksi menjadi hal penting dalam menjaga keharmonisan keluarga. Bisa juga, lebih senang mengerjakannya urusannya dibandingkan mempedulikan anggota lainnya. Misalnya lebih sibuk menyelesaikan pekerjaan dibandingkan bertanya bagaimana kabar penghuni lainnya.

living-room-2525161_960_720.jpg
Gambar 1. Rumah Besar

Menjadikan Para Penghuni Cenderung Terisolasi. Meskipun berada di dalam rumah yang sama, karena begitu besar, bisa saja menjadikan para penghuni cenderung terisolasi . Ambil contoh, sang ibu sedang berada di dapur. Karena rumah sangat besar, sang ibu tak akan mengetahui apa yang sedang dilakukannya anggota keluarga lainnya. Contohnya, kamar sang anak berjarak jauh dari ruang keluarga. Bila sang anak memiliki permasalahan, orang tuanya ataupun penghuni lainnya tak akan mengetahui permasalahan yang sedang dihadapinya. Dengan kata lain, cenderung menjadikan para penghuni terisolasi meskipun tinggal di rumah yang sama.

Biaya Listrik dan Perawatan Rumah Lebih Besar. Semakin besar rumah, akan diikuti semakin besar konsumsi listrik dan biaya perawatannya. Ambil contoh, dalam hal penerangan. Membutuhkan lebih banyak lampu sehingga menjadikan pengeluaran lebih besar. Bila tak cermat mengatur konsumsi listrik barang-barang elektronik termasuk penerangan,Bisa saja pengeluaran listrik akan semakin membengkak. Contoh lainnya, dalam hal kebersihan lantai. Membutuhkan lebih banyak pembersih lantai. Bila membersihkannya seorang diri, membutuhkan tenaga lebih dan mesti menyediakan lebih banyak waktu. Rumah yang dihinggapi beragam kotoran tentunya kita menjadikan kurang nyaman berada di dalamnya.

Demikian, beberapa risiko tinggal di rumah berukuran besar. Hal ini menjadi sisi-sisi negatif rumah tersebut. Kesimpulannya, semakin umah besar belum tentu mendatangkan manfaat yang semakin lebih baik. Bisa saja mendatangkan hal sebaliknya, terutama berpotensi menjadikan hubungan para penghuni menjadi renggang. Sekali lagi, bila tinggal di rumah ini, mesti mencermati risiko-risiko tersebut. Semoga tulisan ini menambah wawasan kita tentang seluk beluk rumah…

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
  • https://www.fool.com/mortgages/2008/09/18/bigger-isnt-always-better.aspx
  • http://simpleeconomist.com/the-large-house-dilemma/
  • https://www.newvision.co.ug/new_vision/news/1326945/house-versus-house
Gambar:
https://cdn.pixabay.com/photo/2017/07/21/09/15/living-room-2525161_960_720.jpg