Kamis, 04 April 2019

Sisi Negatif Rumah Besar

Sudah terbiit di: https://steemit.com/rumah/@lerengbukit/sisi-negatif-rumah-besar

Orang umumnya memang ingin mendiami rumah berukuran besar. Tentu saja, karena memberikan kenyamanan dan keleluasan lebih. Menjadi idaman dan dambaan juga bagi kebanyakan orang. Padahal, ada juga sisi negatifnya. Khususnya bagi psikologis para penghuni. Karenanya, tak lantas lebih baik dibandingkan rumah kecil. Bila kita tinggal di rumah ini tentunya mesti memahaminya. Dan juga, kita pun mesti mampu mengatasi hal-hal tersebut. Lalu, apa saja sisi negatifnya? Berikut risiko-risiko tinggal di rumah besar yang mesti kita cermati.

Mempengaruhi Keharmonisan dan Komunikasi Para Penghuni. Rumah yang besar menjadikan para anggota keluarga lebih sulit saling berkomunikasi dan berinteraksi. Jarak antar anggota keluarga akan sangat jauh. Sedangkan bila rumah berukuran kecil, para anggota keluarga akan lebih mudah berkomunikasi dan berinteraksi. Jarak antar anggota keluarga akan sangat berdekatan. Dengan berkurangnya intensitas komunikasi dan interaksi, tak tertutup kemungkinan mempengaruhi keharmonisan keluarga. Seperti yang sudah kita ketahui, komunikasi dan interaksi menjadi hal penting dalam menjaga keharmonisan keluarga. Bisa juga, lebih senang mengerjakannya urusannya dibandingkan mempedulikan anggota lainnya. Misalnya lebih sibuk menyelesaikan pekerjaan dibandingkan bertanya bagaimana kabar penghuni lainnya.

living-room-2525161_960_720.jpg
Gambar 1. Rumah Besar

Menjadikan Para Penghuni Cenderung Terisolasi. Meskipun berada di dalam rumah yang sama, karena begitu besar, bisa saja menjadikan para penghuni cenderung terisolasi . Ambil contoh, sang ibu sedang berada di dapur. Karena rumah sangat besar, sang ibu tak akan mengetahui apa yang sedang dilakukannya anggota keluarga lainnya. Contohnya, kamar sang anak berjarak jauh dari ruang keluarga. Bila sang anak memiliki permasalahan, orang tuanya ataupun penghuni lainnya tak akan mengetahui permasalahan yang sedang dihadapinya. Dengan kata lain, cenderung menjadikan para penghuni terisolasi meskipun tinggal di rumah yang sama.

Biaya Listrik dan Perawatan Rumah Lebih Besar. Semakin besar rumah, akan diikuti semakin besar konsumsi listrik dan biaya perawatannya. Ambil contoh, dalam hal penerangan. Membutuhkan lebih banyak lampu sehingga menjadikan pengeluaran lebih besar. Bila tak cermat mengatur konsumsi listrik barang-barang elektronik termasuk penerangan,Bisa saja pengeluaran listrik akan semakin membengkak. Contoh lainnya, dalam hal kebersihan lantai. Membutuhkan lebih banyak pembersih lantai. Bila membersihkannya seorang diri, membutuhkan tenaga lebih dan mesti menyediakan lebih banyak waktu. Rumah yang dihinggapi beragam kotoran tentunya kita menjadikan kurang nyaman berada di dalamnya.

Demikian, beberapa risiko tinggal di rumah berukuran besar. Hal ini menjadi sisi-sisi negatif rumah tersebut. Kesimpulannya, semakin umah besar belum tentu mendatangkan manfaat yang semakin lebih baik. Bisa saja mendatangkan hal sebaliknya, terutama berpotensi menjadikan hubungan para penghuni menjadi renggang. Sekali lagi, bila tinggal di rumah ini, mesti mencermati risiko-risiko tersebut. Semoga tulisan ini menambah wawasan kita tentang seluk beluk rumah…

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
  • https://www.fool.com/mortgages/2008/09/18/bigger-isnt-always-better.aspx
  • http://simpleeconomist.com/the-large-house-dilemma/
  • https://www.newvision.co.ug/new_vision/news/1326945/house-versus-house
Gambar:
https://cdn.pixabay.com/photo/2017/07/21/09/15/living-room-2525161_960_720.jpg


Related Posts :

Tidak ada komentar :

Posting Komentar